Fitnah Anti JIL Kepada Saya
Setelah mengikuti diskusi Anti JIL di Fisipol UGM 8 Juni 2012 itu, saya langsung mendapat berbagai fitnah dari para Anti JIL. Justru fitnah itu pertama kali muncul dari si pembicara pertama, dia memfitnah livetwit saya hanya menceritakan dirinya membahas soal tweet orang JIL saja. Mereka heboh maki-maki saya yang katanya tidak adil. Padahal isi livetwit saya tidak hanya itu.
Kemudian ada seorang wanita, yang sejak kasus di LKiS Mei lalu terus mentions saya di Twitter, juga turut memfitnah saya. Dia memfitnah: “Dian Paramita penghina Nabi Muhammad SAW” karena saya menyebarkan surat Muhammad kepada biarawan ini. Wanita itu juga memfitnah saya membela JIL karena saya ingin mendapat beasiswa dari JIL. Fitnah ini muncul karena dalam diskusi siang 8 Juni 2012 di Fisipol UGM itu saya membela JIL dan malamnya saya ngobrol dengan Budiman Sudjatmiko di Twitter tentang beasiswa di Inggris. Wanita itu menilik timeline saya dan setelah membaca obrolan saya tentang beasiswa itu, dia langsung mengasumsikan saya membela JIL karena ingin mendapat beasiswa dari JIL!
Mungkin wanita ini mengira semua tindakan manusia itu selalu bersifat transaksional. Dia mengira semua orang tidak pernah tulus jika membela sesuatu. Dia kira jika seseorang membela sesuatu itu untuk kepentingan dan keuntungan pribadinya. Dia kira saya membela Irshad Mandji karena saya lesbi, saya membela Lady Gaga karena saya fans beratnya, saya membela JIL karena saya butuh beasiswanya. Dia kira semua yang saya lakukan selalu untuk kepentingan saya pribadi. Dia perlu tau, tak semua manusia berpikiran selicik dan sepicik itu. Dia perlu tau, banyak sekali manusia yang membela orang lain dengan tulus, tanpa mengharapkan imbalan apapun. Dia perlu tau dan menghentikan fitnah-fitnahnya.
Bahkan dulu setelah kasus penyerangan MMI di diskusi Irshad Manji LKiS Mei lalu, livetweet dan keesaksian saya yang mengatakan pager dijebol, makanan diinjak-injak, kaca perpus dipecahi, teman saya dipukuli mereka sebut ngibul. Mereka memfitnah saya ngibul karena kesaksian teman mereka dari anggota MMI berbeda dengan kesaksian saya. Sehari kemudian Sultan Hamengkubuono X ikut mengomentari kejadian ini dan akhirnya mereka diam tak lagi menyebut saya ngibul. (:
Baru-baru ini fitnah lain dari para Anti JIL juga muncul, antara lain mereka katakan Tuhan saya adalah $ alias uang. Mentions yang mengganggu saya terus datang hingga hari ini. Selain memfitnah, mereka juga memaki atau mengejek. Jika saya katakan mereka telah memfitnah dan memaki, mereka sebut saya lebay dan meminta bukti. Hahaha. Tentu saja bukti ada. Semua fitnah dan cacian mereka sudah saya capture dan simpan. Hanya saja, untuk apa meladeni mereka? Jika ada yang ingin melihat buktinya, saya perlihatkan secara langsung. Saya tidak mau publish buktinya dan membuat mereka terkenal lewat akun Twitter dan blog saya ini.
Ada yang menasehati saya untuk bersabar, didiamkan saja. Memang saya sudah mendiamkan mereka. Tapi mereka masih tetap saja mentions saya. Setiap hari. Semua tweet saya dikomentari. Bahkan tweet teman-teman yang me-mentions saya ikut dikomentari. Twit fitnah-fitnah mereka banyak di-retweet (RT) dan ditambahi komentar kasar. Semua memenuhi timeline saya. Membalas tweet mereka itu sama seperti berkelahi dengan monster yang jika lehernya dipotong justru akan tumbuh 3 leher baru. Membalas tweet mereka akan berujung pada pengroyokan mentions. Ada yang ikut mendebat, ikut memaki, atau ikut RT dan CC. Ada beberapa akun mereka yang setiap hari mengganggu saya. Tidak ada satupun tweet dia yang saya balas. Tapi tetap menganggu saya. Justru pernah ada yang setiap hari memaki dan mengganggu saya. Tak satupun ada yang saya balas. Malah tiba-tiba dia bilang sudah alergi dengan saya. Yang ganggu sapa, yang alergi sapa. Heheaheu.
Apakah mereka layak di-block? Sangat layak. Banyak yang menyarankan saya untuk mem-block mereka. Tapi perlu diketahui, kalo mereka di-block, mereka akan foto bukti di-block dan memamerkannya di diskusi-diskusi Anti JIL lainnya. Bangga di-block, merasa menang debat. Padahal yang mereka lakukan bukan debat, tetapi mengganggu. Berdebat itu seharusnya sopan, menghormati lawan debat, menggunakan argumentasi yang relevan, dan tetap stick pada topik. Tetapi mereka sebaliknya. Mereka sering melantur keluar dari topik, menggunakan kata-kata kasar, personal attacking dengan memaki kehidupan pribadi saya, hingga memfitnah. Mem-block mereka juga membuat saya tidak lagi bisa membaca fitnah-fitnahnya dan mendoakan mereka. (:
Apa yang bisa saya lakukan? Ini senjata saya yang paling ampuh: percaya Allah. Karena itu saya percaya Dia akan selalu melindungi saya dari setan, akan selalu mengingatkan saya untuk bersabar, dan akan selalu memberi keadilan yang terbaik untuk umatnya yang mencintai-Nya dengan tulus. Dengan mempercayai-Nya, hati saya menjadi damai.
>
Biarkan saja. Mau dibantah seperlunya juga boleh — kalau ada waktu. Yeah kadang ada orang, apapun agamanya, yang lebih suka membuat pernyataan kuat tapi tak hirau koreksi. Celakanya ada saja yang percaya. Lha ya repot kalo kita meladeni terus. Ora uwis-uwis.
membaca tulisan ini saya sangat terharu sungguh bangsa ini semakin dibutakan oleh kebodohan diri sendiri, bangsa ini sudah semakin tidak mengenali dirinya sendiri apalagi tuhannya! dalam hal ini saya tidak ingin membela siapa2 namun jelas sebagai sesama hamba Allah saya lebih membela mereka yg teraniaya apalagi mereka yg difitnah.urusan agama itu sangat universal dan perlu pemahaman serta pemikiran yg universal pula tidak bisa dipandang sebelah mata… dan mereka yg telah memfitnah jelas bahwa mereka tidak mengerti sama sekali tentang apa semua ini,mereka hanya ingin membenarkan diri sendiri dan golongannya belaka! maju terus dan kitapun yakin tuhan beserta selalu beserta mereka orang2 yg mengeti tanpa memaksakan diri apalagi memfitnah…
Mbak Dian yg sabar ya.. Semoga Allah menguatkan iman dan aqidah mbak dan mereka juga.. Ini mengapa berdebat sgt tidak disukai Allah dan Rasul, krn yg benar dianggap menfitnah dan pada akhirnya mengaburkan kebenaran itu sendiri.. Sy termasuk org yg antiJIL, tp sy juga ngga suka menghina org JIL sy lebih baik mendoakan beliau2 yg antiJIL supaya diberi pemahaman yg dalam ttg islam yg utuh.
yah sudahlah Dian.. dengan demikan mereka juga memperjelas siapa diri mereka sesungguhnya… Muslim Sejati tidak akan begitu saja memfitnah.. apalagi cuma karena kepentingan politis XD.. Maju terus cerdaskan diri
mengapa tidak anda bahas fitnah jil terhadap islam saja? yang mereka bilang islam ajaran oplosan dan Al Quran perlu di revisi?
nampaknya lebih pantas di banding curhatan tentang OKNUM anti jil ini. karna pastilah kalau anda cinta islam anda lebih sakit hati islam di hina dibanding hinaan yang sampai terhadap anda.
walaupun ini blog anda, yang saya sampaikan hanya sebatas saran.
+1 buat ananta.
Saya rasa mengutuk aksi kekerasan oknum islam sama pentingnya dengan meluruskan akidah islam yang salah. Anda orang cerdas dengan lingkungan terpelajar pastinya tau dimana pokok permasalahan sebenarnya.
to alfarubi :
yak setuju kekerasan oknum islam harus di tindak. dan jangan tutup mata akan hal hukum sebab-akibat
apalagi menutup mata terhadap oknum penghina islam
setuju dengan alfarubi dan ananta isi pikiran saya sudah terwakili, sekian
Anda adalah org terpelajar.. Sy rasa seharusnya Anda ckp bijak menyikapi hal2 seperti itu.. Normal jika Anda merasa gerah, tp dgn membicarakan mereka yg menurut Anda memfitnah Anda.. Sy rasa Anda sama saja dgn mereka.. Apa yg Anda katakan disini blm tentu benar, dan kalo ternyata tidak benar berarti Anda memfitnah mereka jg.. Just be wise and clever:)
Mbak Dian–dengan hormat. Kelakuan kawan-kawan kita terhadap Anda itu, Mbak, sama persis dengan apa yang dialami kawan saya. Kebetulan, kawan saya tersebut seorang muslim Ahmadiyah. Mengganggunya itu melalui kiriman SMS mereka. Ada yang mengirimnya hingga berkali-kali. Seperti diteror begitu. Ada yang isi SMSnya santun. Ada SMS yang isinya berhurup KAPITAL. Lucunya, mereka ada yang mengaku sebagai Islam salafi. Tapi, hampir semuanya, mereka tidak ingin diajak bertemu muka.
Mereka itu, yang menganggu Anda, Mbak Dian, apakah mencari kebenaran atau mencari melulu kesalahan ya? Ha ha ha. ^_^
Mba Dian yang baik, apakah komen saya di blog ini sebelumnya Anda hapus? Wow… padaal tidak ada komentar2 kasar yg saya tulis bukan? Hmmm… somehow I’m not surprised
Do as you wish, we’ll keep moving & learning kok. Salam #IndonesiaTanpaJIL. Wassalam
Iwed
Walah, gue salah thread, hahaha… Sori mba, saya pikir ini di entry Anda yang soal diskusi JIL di UGM itu. My bad… Please apoligize
Eiya satu lg mba [ngga dosa kan nambah komen lg? It means your writing is interesting, hehehe] cuma mau kasih +1 buat komen mba Tika.
Have a nice day
Just let her be
Kalau memang Mbak Dian benar, orang yang memfitnah itu sudah disiapkan balasannya oleh Allah. Lagipula bukan begitu caranya beradu argumen yang benar dengan asal memfitnah.
Oiya btw, you called me “Mbak” on another post. I’m younger than you dan saya baru mau kuliah tahun ini hehe, salam kenal Mbak
I love your tweets and blog
Mbak Dian termasuk korban para pendukung gerakan anti JIL yang tidak bertanggung jawab, mereka yang hanya ikut-ikutan tanpa tahu esensi ‘dakwah’ itu sendiri dan jauh dari niat awal pendirinya. Seharusnya sifat mengayomi, mengajak diskusi tanpa embel-embel memaki, dan tentunya menjalin silaturahim.
Salam dari saya mbak, semoga terus mendapatkan kemudahan.. aamiin..
best regards,
sangterasing
Kalimat terakhir mbak Dian agak menggelitik deh
Tuhan dan kita itu ngga pake konsep Tuhan dan umatNya mba, tapi Tuhan dan makhluk, atau hamba.
Kalau umat mungkin lebih cocok ke Nabi, Rasul, atau Islam.
eh tapi saya juga masih belajar sih
Semangat ya mba, tetap semangat belajar agamanya, karena belajar agama itu ga mungkin tanpa pengorbanan.
Dan karena Iman itu fungsi berdasar waktu.
Semoga kita termasuk yang dipelihara dalam keimanan.
Tuhan telah mati. Agama (dan penganutnya yang) membunuhnya.
Membaca tulisanmu ini membuatku prihatin. Mereka terlalu serius beragama…
yang waras ngalah mbak, biar yg pada gila yg bekoar koar. keep calm and cemungudh mbak
Saya percaya bhw Tuhan Maha Kuasa. Semua yg terjadi pasti atas seijin-Nya. Kalo serangan mentions terjadi ya itu sdh seijin-Nya. Dan kita sebagai umatnya seyogyanya menyikapi dgn cara yg diajarkan. Belajar, membaca,ikthriar, sabar, ikhlas dan bersyukur.
Saya juga percaya bhw Tuhan Maha Penyayang. Karena itu semua yg terjadi pasti baik buat kita. JIKA kita menerimanya dengan hati terbuka, belajar, membaca,ikhtiar, sabar, ikhlas dan bersyukur.
Menanggapi dengan kesal, menyatakan kita didzalimi, sedih, gusar, marah dsb adalah bukan cara yg diajarkan-Nya. Kita malah terampas oleh nafsu2 negatif.
Biarlah masing2 kelak mempertanggungjawabkan kepada-Nya. Kebenaran mereka blm tentu benar, kebenaran kita belum tentu benar. Tuhanlah yg memiliki kebenaran mutlak. Biar Dia yg memutuskan.
” apabila datang kepadamu kaum Munafik, yang mengaku dirinya Islam, namun menggunakan mulut, tangan, dan perbuatannya untuk merusak Islam, perangilah mereka sebagaimana engkau memerangi kaum kafir yang membahayakanmu dan agamamu..”
Secara tegas, Islam meWAJIBkan muslimah untuk berjilbab, lha yang digambar itu fotonya Mbak? Atau Bukan?
kalau iya, pantas saja anda sepertinya membela Jil, lha wong kata pentolannya JIl jilbab itu seperti swimmsuit yang hanya dipakai di acara tertentu saja…
enak ya kalau Islam ditafsirkan sesuka udelnya seperti itu…
Duh nih perempuan antek JIL … uda laaa …. gantung diri aja deh…msuk ke Nirwana …selesai….
sabar aja yah, mbak, bahwa Hidup itu pasti penuh dengan Fitnah dan hanya Allah pegangan semata..
sejujurnya sayapun anti JIL dan membenci(perbuatan) orang2 sejenis yg mendustakan Rasul seperti Sineas tersesat Hanung Bramantyo yg getol bikin pelem mojokkin islam ato Ulil yg aibnya diumbar Allah tentang perselingkuhannya
tapi… pandangan saya tentang pengalaman mbak di fitnah anggap saja bahwa orang berfikiran picik bakal gelap ngeliat orang lain…
salam:)
oh yah…
kalo boleh saran, perbanyak dzikir,
dzikir itu obat hati:)
obat bagi hati yang gundah
obat bagi hati yang disakiti
obat bagi hati yang dirasuki prasangka & dengki
Wah sabar aja mbak.sy jg dulu pernah merasakan hal serupa.dari situ sy mulai antipati dengan gerakan2 fasis antiJIL.sy tidak tahu apa yg dipropagandakan oleh pentolan2 antiJIL tp tampaknya kerjaan BNPT dan Densus88 bakal nambah nih.lumayan kan itung2 ngurangin populasi bigot2 yg berguna di Indonesia.kita bantu mereka keluar dr kesulitan dunia dan menemui 72 bidadari di surganya.hehehe…