Memaknai Rambut di Dove Sisterhood

Mei 15, 2013 by dianparamita

Rambut adalah bagian terpenting dalam kecantikan. Bagaimana jika kita membayangkan ada seorang perempuan dengan kaos dan celana pendek tidak matching, kulit berkeringat, wajah tanpa make-up, dan wajah bete nggak punya duit? Pasti tidak menarik. Tapi jika rambutnya rapi, mengembang indah, terlihat mudah diatur, dan bersih, dia akan tetap terlihat menarik. Pasti. Sebaliknya, jika ada seorang perempuan dengan baju pesta cantik, kulit bersih, make-up menawan, wajah ceria, tapi rambut lepek dan terlihat kotor, pasti level menariknya turun 5 point dari 10 point. Sebagian besar perempuan sudah memahami ini sehingga mereka banyak menghabiskan uangnya untuk ke salon, merawat rambutnya atau sekedar cuci blow agar rapi dan indah. Maklumilah. :D

Namun kadang perempuan ingin melakukan hal-hal yang instant. Ingin rambutnya beda, lalu diluruskan atau diwarnai. Ingin rambutnya rapi, di-blow atau dicatok. Ingin rambutnya sehat, tapi malas merawatnya lalu hanya memakai conditioner. Perawatan dan penataan rambut yang instant tentu saja memiliki efek samping, yaitu kerusakan rambut. Pengennya jadi indah, tapi malah merusak. Kan ironis.

Minggu 5 Mei 2013 kemarin Dove dan Majalah Cosmopolitan mengadakan acara Dove Sisterhood di Jogja. Banyak perempuan dari berbagai kalangan diundang untuk hadir merayakan kepedulian kita terhadap rambut. Selain informasi tentang rambut dan perawatannya, acara ini juga memberi inspirasi dari 2 pembicara sukses yaitu Nonita Respati dan Ayu Dyah Pasha. Sebelum acara dimulai, para peserta dan tamu undangan dipersilahkan mencoba hair checkHair check ini untuk menilai bagaimana kualitas rambut kita, apakah sehat, rusak, atau mengkhawatirkan. Hasilnya? Banyak yang kaget karena ternyata rambutnya rusak. Hehehe.

 

Setelah hair check peserta dan tamu undangan dipersilahkan mengikuti talkshow bersama Nonita Respati, seorang desainer dan pengusaha dalam bidang fashion dan kuliner yang sukses dan inspiratif. Sebagai perempuan yang sukses, ia menjadi memiliki jiwa yang percaya diri. Meyakini dirinya sendiri lalu percaya bahwa dirinya bisa menjalani mimpinya dengan usaha-usahanya. Sehingga terciptalah produk fashion batik PURANA dan tempat kuliner Lesehan Mbok Ndoro.

Namun bagaimana menjadi jiwa yang percaya diri seperti Nonita? Talkshow kedua menghadirkan Ayu Dyah Pasha, seorang motivator yang sukses memotivasi kita agar selalu merasa cantik. Bahkan sebelum banyak bercerita dan memotivasi, beliau menayangkan video ini. Bikin nangis.

Video itu menunjukkan realita yang harus dipahami para perempuan. Kadang kita merasa jelek, gendut, hitam, tidak menarik. Tapi ternyata orang lain memiliki pandangan yang lebih positif tentang penampilan kita dibanding pandangan kita sendiri. Lucu ya? Menjadi jiwa yang percaya diri itu lah menjadi sangat penting untuk terlihat cantik. Kata Ayu Dyah Pasha, “kosmetik yang paling cantik adalah senyum tulus dan senyum tulus itu didapat dari jiwa yang percaya diri.”

Setelah dibuat terharu, selanjutnya para peserta dan tamu undangan diberi demo mencuci rambut dan menata rambut dengan sehat. Mencuci rambut ternyata jangan digaruk dengan kuku lho. Cukup dengan bantalan jari saja. Sampo diusap di akar rambut dengan bantalan jari, dibilas, dan pastikan hingga bersih. Conditioner tidak usah diusap ke akar rambut, cukup di ujung rambut saja. Gunakan serum-serum untuk mengurangi rambut rontok atau memperbaiki rambut rusak.

Setelah merawat rambut, peserta dan tamu undangna diberi tips cara mengikalkan rambut tampa cantok dan blog panas. Cukup membutuhkan foam, hair dryer angin dingin, dan penjepit rambut aja lho. Jadi setelah rambut dikeringkan setengah kering, usapkan foam ke seluruh rambut, lalu dibari 5 ikat. Seikat rambut dipelintir lalu digulung dan diikat. Setelah semua terpelintir dan terikat, lalu diamkan beberapa menit. Saat sudah waktunya, dibuka dan jadi rambut ikal seperti dicatok! Coba deh! Selain cara mengikal tambut, ada lagi cara mengepang rambut dengan indah. Beberapa peserta baru paham, ternyata gampang banget.

Setelah acara selesai, sebagai tamu undangan, mendapatkan paket ini! Pasti langsung pengen pulang dan cepet-cepet keramas. Terima kasih Dove!

A Song for Muthia

Januari 5, 2013 by dianparamita

Dunia ini terasa lebih bermakna berkat lagu. Salah satu lagu yang membuat saya tersadar adalah lagunya Sting, My Funny Friend and Me. Lagu ini original sountrack film animasi Emperor’s New Groove. Sting menciptakan lagu ini persis seperti kisah film tersebut. Tentang seseorang bernama Kuzco yang menyebalkan, sombong, merasa pintar sendiri, dan akhirnya dibenci orang sekitarnya. Namun seorang kenalannya bernama Pacha tetap menemaninya, bersabar memahaminya, menghadapinya, dan mengajarinya menjadi orang yang lebih baik. Kuzco sadar kesombongannya selama ini. Ia pun merasa beruntung sekali masih memiliki Pacha sebagai teman sejatinya.

Lirik lagu Sting dari kisah ini mengingatkan saya, bahwa dulu di saat semua teman-teman saya meninggalkan saya karena kesalahan saya, ada satu yang tetap tinggal, memahami, dan mengajari saya dengan kesabarannya. Sekarang saya menjadi orang yang lebih baik berkatnya. Terima kasih Muthia, lagu ini untukmu. (:

In the quiet time of evening
When the stars assume their patterns
And the day has made his journey
And we wondered just what happened
To the life we knew before the world changed
When not a thing I held was true
But you were kind to me and you reminded me
That the world is not my playground
There are other things that matter
And when a simple needs protecting
My illusions all would shatter
But you stayed in my corner
The only world I know was upside down
And now the world and me, we know you’ll carry me

You see the patterns in the big sky
Those constellations look like you and I
Just like the patterns in the big sky
We could be lost we could refuse to try
But we made it through in the dark night
Would those lucky guys turn out to be
But that unusual blend of my funny friend and me

I’m not as clever as I thought I was
I’m not the boy I used to be because
You showed me something different, you showed me something pure
I always seemed so certain but I was really never sure
But you stayed and you called my name
When others would have walked out on a lousy game
And you could’ve made it through
But your funny friend and me

You see the patterns in the big sky
Those constellations look like you and I
That tiny planet in a bigger guy
I don’t know whether I should laugh or cry
Just like the patterns in the big sky
We’ll be together till the end is nigh
Don’t know the answer or the reason why
We’ll stick together till the day we die
If I had to do this all a second time
I won’t complain or make a fuss
When the angels sing that that unlikely blend
Are those two funny friends
That’s us (‘:

PS: Maybe this is a late birthday gift from me, but again, happy birthday!  

Panti Asuhan Bina Siwi Bantul

November 28, 2012 by dianparamita

Saat kami datang, salah satu dari mereka lari menghampiri kami. Ia mengulurkan tangannya untuk salaman. Di balik pintu, teman-temannya mengintip, lalu memberanikan diri ikut lari mendatangi kami. Sambil tertawa lebar, mereka memberikan tangannya untuk bersalaman, mencium tangan kami, menyapa ramah. Mata mereka cerah.

Salah satu mata cerah itu, 3 tahun lalu, memiliki masa lalu yang tak begitu cerah. Namanya Muryanti. Saat ia masih duduk di taman kanak-kanak, gurunya mengeluhkan Muryanti yang selalu diam di kelas. Bahkan dicubit pun tak bereaksi, tetap diam. Sang guru curiga bahwa Muryanti adalah penyandang tuna wicara. Muryanti menjadi korban bullying oleh teman-teman sekelasnya. Ia semakin membisu. Suatu hari sang guru melaporkan ke pengurus Panti Asuhan Bina Siwi, Ibu Yanti dan Ibu Jumilah, bahwa Muryanti tidak pernah datang ke sekolah selama 3 minggu. Mendapat berita itu, Bu Yanti dan Bu Jum berinisiatif mendatangi rumah Muryanti untuk melihat kabar gadis kecil itu. Betapa kagetnya mereka bertemu Muryanti dengan tubuh penuh borok  yang bau sekali. Kepalanya pun dipenuhi dengan kutu. Muryanti diduga tidak pernah mandi. Saat itu pula mereka menemukan ibu kandung Muryanti yang memang secara mental tidak waras. Di rumah apapun yang dilakukan Muryanti selalu dilarang dan dimarahi ibunya. Biasanya Muryanti hanya diam. Tapi jika tidak tahan ia akan menitikkan air mata, tetap tanpa ekspresi. Ayah Muryanti sudah meninggalkan mereka entah kemana. Sementara nenek buyutnya hanya bisa tidur karena sudah stoke. Satu-satunya yang masih waras adalah neneknya, seorang buruh tani. Kehidupan sehari-hari mereka hanya dari hasil sang nenek memburuh.

Dengan mengandalkan motor, Bu Yanti dan Bu Jum membawa Muryanti. “Nyuwun sewu njih (maaf ya), kalo boleh jujur, maaf, tapi waktu itu sebenarnya saya jijik sekali. Baunya, maaf, bikin muntah. Tapi bagaimana lagi, kami harus tolong dia. Saya gendong dia, pangku dia di motor, lalu Bu Yanti yang membawa motornya,” cerita Bu Jum. Muryanti dibawa ke puskesmas untuk mengobati boroknya. Sejak saat itu Muryanti diasuh dan dibina berbagai macam pelajaran untuk seusianya. Sekarang, 2 tahun kemudian, di hadapan saya, gadis berusia 9 tahun itu selalu tersenyum lucu. Ia tak malu memperkenalkan namanya di depan kami. Matanya cerah, wajahnya bahagia. Kata Bu Yanti, dia adalah anak yang rajin dan paling bersih jika menyapu. Ia juga jago menari maupun menyanyi. Suatu hari kami akan ditunjukkan Muryanti menari sambil menyanyi.

Lain lagi dengan Sari. Gadis berusia 25 tahun itu dahulu saat bencana Merapi terjadi, ia ketakutan sekali. Saking takutnya, ia sampai naik bus kota menjauhi rumahnya. Ia pun kesasar. Semua orang mengira dia gila. Ia selalu diusir oleh masyarakat yang melihatnya. Sampai akhirnya polisi membawanya ke Panti Bina Siwi untuk diasuh. Satu tahun berlalu, tak ada kabar dari keluarga Sari. Suatu hari tak sengaja ada yang mengenali Sari lalu melaporkan ke keluarga Sari mengenai keberadaannya. Satu bus dari desa asal Sari mendatangi panti. Mereka senang sekali Sari masih hidup dan sehat. Mereka mengira Sari sudah meninggal. Namun saat Sari hendak diajak pulang, Sari tidak mau. Mungkin karena sudah terbiasa dan banyak temannya, Sari pun hingga sekarang menetap di panti dan selalu dijenguk orang tuanya.

Sari memiliki kebiasaan unik. Jika mandi, air dalam bak mandi harus sampai habis. Bahkan sabunnya pun harus sampai habis. Kalo tidak habis dia belum mau berhenti mandi. “Padahal anak-anak lain pada mau berangkat sekolah, wah judeg (bingung) saya,” cerita Bu Jum sambil tertawa. Akhirnya mereka mengakali dengan memberi satu ember air dan irisan kecil sabun mandi khusus untuk Sari. “Setiap anak itu punya karakter dan kelebihan yang berbeda-beda. Jadi kalo ada 26 anak disini, ada 26 karakter, ada 26 masalah. Kami mengakali terus,” katanya penuh semangat.

Selain Muryanti dan Sari, ada 24 anak lain yang tinggal di panti. Mereka memiliki latar belakang dan permasalahan yang berbeda. Ada yang epilepsi, down syndrome, korban broken home, yatim-piatu, dll. Dengan banyaknya penghuni panti yang berusia 7 hingga 40 tahun itu, pemerintah membantu mereka dengan rutin menyumbang dana sebesar Rp. 750.000,- per tahunnya. Sumbangan sejumlah itu untuk 26 anak asuh dan ditambah 8 pengurusnya. Beruntung warga Kecamatan Pajangan Bantul sangat baik. Mereka memberikan tanah desa untuk keperluan panti. Warga pun mengumpulkan uang untuk membantu dana membangun gedung panti. Beberapa warga menyumbang batu bata, jendela, hingga keramik. Lantai gedung panti itu pun warna-warni karena berasal dari berbagai macam keramik yang berbeda. “Ini malah lucu, Kenang-kenangan bahwa ini semua dari warga desa sini,” kata Bu Yanti bahagia.

Tidak hanya merawat anak belajar kehidupan sehari-hari, Bu Yanti dan Bu Jum juga merawat anak panti mereka untuk belajar mandiri. Mereka mengajari anak panti untuk menjahit, mewarnai batik, dan menjaga kios. Harapan mereka, anak-anak tidak hanya dapat mengurusi diri mereka sehari-hari, namun juga mampu mencari penghasilan. Bu Yanti semangat menunjukkan seragam hasil jahitan anak-anak. Mereka berdua juga langsung mengajak kami ke kios yang mereka bangun untuk mengajari anak-anak berdagang. Kios itu lagi-lagi di atas tanah milik desa dan sumbangan dari warga. Di belakang kios, mereka dengan bangga menunjukkan batik-batik yang sedang diwarnai dengan pewarna alami. Mereka sedang mencoba, dan jika berhasil ingin mengajari anak-anak agar turut membantu dan mencari penghasilan bersama.

Seragam yang dijahit oleh anak asuh di Bina Siwi

Kios Bina Siwi untuk mengajari anak asuh berdagang

Salah satu anak asuh Bina Siwi yang dilatih menjaga kios

Beberapa batik yang diwarna dengan pewarna alami

Saat saya tanyai, darimana asalnya niat baik semua ini, mereka mengaku dari pendidikan yang mereka terima. Bu Yanti maupun Bu Jum adalah lulusan Sekolah Guru Pendidikan Luar Biasa (SG PLB). Setelah lulus, tahun 1999 mereka ingin merealisasikan pendidikan yang selama ini mereka terima, maka dibangunlah panti ini.  Sejak 1999 hingga sekarang, anak di panti menambah dan tak pernah berkurang. Tak ada yang mau mengadopsi anak penyandang cacat atau bermasalah. Maka mereka lah yang akan seumur hidup mengurusi anak-anak ini lahir dan batin. Saat bercerita, berulang kali Bu Jum mengatakan rasa syukurnya atas kehadiran kami dan berkali-kali mengucap terima kasih. Mereka tidak merasa, bahwa kitalah yang berhutang budi dan seharusnya berterima kasih atas segala jasanya, mendahulukan kesejahteraan orang lain, di atas dirinya sendiri. Datang, memeluk, membina, dan membesarkan anak-anak asuhnya agar percaya diri menunjukkan diri apa adanya,

Menjelang pulang, mereka masih antusias menceritakan kepada kami tentang batik-batik yang sedang mereka warnai. Mereka tidak sabar untuk mengajari anak-anak asuh mereka. Saya pun berjanji akan menuliskan panti ini di internet, agar panti mereka lebih banyak dikunjungi masyarakat, dan agar masyarakat belajar banyak dari kehidupan mereka. Mereka berbinar-binar dan berulang kali mengucap terima kasih. Tidak, seharusnya kami yang berterima kasih. Terima kasih Ibu Yanti dan Ibu Jum. The world is cruel, but you both showed us we don’t have to be.

PS: Tanggal 30 November 2012 ini saya bersama teman saya Bernad Satriani akan mengunjungi panti ini lagi. Jika ada yang ingin menyumbang, baik barang maupun dana, silahkan hubungi kami di contact@dianparamita.com. Terima kasih atas segala perhatian dan bantuannya.

Update:

  • Awal Februari ini saya bersama Fanbul, Ristha, Tonny, Aik, dkk akan mengunjungi panti ini lagi. Jika ada yang ingin menyumbang, baik barang maupun dana, silahkan hubungi kami di contact@dianparamita.com. Terima kasih atas segala perhatian dan bantuannya. :)
  • Sebelum penggalangan dana, sudah terkumpul sumbangan dari beberapa teman dengan total Rp700.000,- :)

Terima Kasih Kepada Komentator Negatif

November 13, 2012 by dianparamita

Seperti postingan blog saya berjudul Mengomentari Orang yang Sedang Menolong, bahwa kita harus lihai memisahkan antara kritik dan komentar. Bahwa walaupun sebuah kritik itu terdengar sangat pedas, namun kritik adalah sesuatu yang membangun dan disampaikan dengan maksud ingin membuat sesuatu menjadi lebih baik. Bahwa sebuah komentar adalah sebuah kalimat yang berhenti pada pujian atau makian saja, tidak memberi solusi atau saran yang membangun. Jika berisi pujian atau makian, maka tidak perlu terlalu diresahkan. Memang sebaiknya semua kritik dan komentar harus kita baca dengan lapang dada. Namun kita perlu terlatih membedakan kedua hal itu. Mana yang perlu kita perhatikan, pikirkan lebih dalam, lalu tanggapi, dan mana yang hanya perlu kita baca lalu kita lewatkan saja.

Saya sendiri sudah terbiasa menghadapi kedua hal itu, apalagi menerima komentar negatif dengan makian. Setiap saya menulis dan mengungkapkan pendapat untuk membela masyarakat minoritas, lalu masyarakat yang tidak setuju akan berbondong-bondong memaki atau paling tidak membuat mentions di Twitter saya penuh dengan mereka yang menanyakan keimanan saya. Baru-baru ini ada beberapa komentar di blog saya yang mendoakan saya masuk neraka, ada yang menghina saya sebagai bebek Jaringan Islam Liberal, dsb. Komentar demikian tidak akan saya hapus, agar masyarakat bisa menilai. Namun baru-baru ini pula saya telah menghapus 2 komentar di blog saya yang bermaksud menghina gay. Menurut saya, 2 komentar itu sangat keterlaluan karena dibuat seakan-akan para gay itu murahan mencari pasangan bersetubuh lewat komentar di blog saya. Saya marah sekali membacanya, sehingga menghapusnya untuk menjaga perasaan para gay. Namun sekali lagi, itu hanya komentar. Tak perlu dipikirkan terlalu dalam. Masukan saja dalam tong sampah dan selesai. Mereka memaki, lalu kenapa? Tak ada sedikitpun yang berubah dalam hidup saya setelah mereka memaki saya.

Nah apakah teman-teman juga ada yang pernah mengalaminya? Well thats great! Jika kita menerima sebuah komentar negatif, itu justru sebuah tanda kemenangan kita. Bahwa mereka yang tidak setuju dengan kita tidak punya lagi cara yang baik untuk mematahkan pendapat kita. Saking bingungnya mengalahkan pendapat kita, mereka sudah kalang kabut mencari cara mengalahkan kita, lalu berujung pada menghina, ingin menjatuhkan mental kita. Jadi akan lebih menang lagi jika kita menanggapi cacian dengan ignorance. Silahkan habiskan waktu dengan komentar negatifmu, saya tidak akan terpengaruh.

Sebenarnya antara sial dan beruntung. Sial karena saya sering kena cacian orang yang tidak setuju dengan pendapat saya, yang kadang membuat saya sedih dan marah. Namun saya beruntung, karena sejak muda saya sudah terbiasa menghadapi itu semua. Saya menjadi tidak mudah marah atau terpengaruh dengan niat mereka menjatuhkan mental saya. Seperti kata Kelly Clarkson, what doesn’t kill you makes you stronger. Sehingga terima kasih para komentator negatif. Kalian guru mental terbaik dalam hidup saya.

#TwitRadio 18: Twitwar Pendukung MU

November 5, 2012 by dianparamita

5 November 2012 ini #TwitRadio Unisi 104.5 FM sudah siaran yang ke-18 kalinya dan saya tetap sebagai guest host menemani Mbak Bulan Annisa. Siaran yang ke-18 ini membahas tentang perseteruan pendukung klub-klub sepakbola Eropa dengan pendukung Manchester United (MU). Narasumber kita malam tadi yang hadir di studio adalah Jasoet sebagai pendukung Chelsea dan Arga (lagi) sebagai pendukung MU. Narasumber yang kita telpon antar lain Leksa dan Provokatrok sebagai pendukung Liverpool dan Hedi sebagai wartawan senior khusus sepak bola.

Namun sebelum membahas main topic di atas, kita terhubung dengan Yasir Neneama, wartawan salah satu televisi nasional, yang menceritakan kronologi dugaan pemukulan Alm. Rezza oleh polisi. Hal ini menjadi penting dibahas di #TwitRadio karena teman Alm. Reza pernah posting tweet tentang kronologi pemukulan saat itu juga, namun telah dihapus karena diduga menerima ancaman. Yasir telah bertemu dengan ibu korban dan Kapolres, sehingga bisa menceritakan pandangan kedua belah pihak dengan adil.

Rekaman ini dibagi menjadi 3 bagian, selamat mendengarkan.

Twitwar Pendukung MU by dparamita
Twitwar Pendukung MU – Part 2 by dparamita
Twitwar Pendukung MU – Part 3 by dparamita

Thank you for listening! (:
PS: Saya on air #TwitRadio setiap Senin, pukul 21.00 hingga 23.00 WIB di Unisi 104.5 FM. Untuk streaming bisa di Jogja StreamersNux Radio, atau Tune In. Untuk Blackberry launcher bisa di http://bb.unisifm.com

#TwitRadio 17: Hari Blogger Indonesia!

Oktober 29, 2012 by dianparamita

29 Oktober 2012 ini #TwitRadio Unisi 104.5 FM sudah siaran yang ke-17 kalinya dan saya tetap sebagai guest host menemani Mbak Bulan Annisa. Siaran yang ke-17 ini kita membahas mengenai Hari Blogger Nasional dan Pesta Blogger yang selalu dirayakan setiap tanggal 27 Oktober. Narasumber kita yang datang ke studio adalah Claradevi Handriatmadja dan Choro. Kita membahas mengenai blogging dan tips menulis. Narasumber lain lewat telepon adalah senior blogger kita yaitu Wicaksono alias Ndoro Kakung. Beliau menceritakan tentang perjalanan Pesta Blogger dan Hari Blogger Nasional. Selamat mendengarkannn!

hari blogger by unisi hiphopnation

Thank you for listening! (:
PS: Saya on air #TwitRadio setiap Senin, pukul 21.00 hingga 23.00 WIB di Unisi 104.5 FM. Untuk streaming bisa di Jogja StreamersNux Radio, atau Tune In. Untuk Blackberry launcher bisa di http://bb.unisifm.com

#TwitRadio 16: Hoax dan Akun Palsu di Twitter

Oktober 22, 2012 by dianparamita

22 Oktober 2012 ini #TwitRadio Unisi 104.5 FM sudah siaran yang ke-1 kalinya dan saya tetap sebagai guest host menemani Mbak Bulan Annisa. Siaran yang ke-16 kali ini membahas mengenai fenomena banyaknya hoax dan akun palsu di Twitter sehingga merugikan banyak pihak. Untuk menghindarinya, maka kita bahas masalah ini bersama Utied Putri dan Ilham Aji yang datang ke studio kami, dan admin @lalinjogja yang kami hubungi lewat telpon. Silahkan mendengarkan!

hoax dan akun palsu by hot-hit tracks unisi

Thank you for listening! (:
PS: Saya on air #TwitRadio setiap Senin, pukul 21.00 hingga 23.00 WIB di Unisi 104.5 FM. Untuk streaming bisa di Jogja StreamersNux Radio, atau Tune In. Untuk Blackberry launcher bisa di http://bb.unisifm.com

#TwitRadio 14: #SaveKPK #SaveIndonesia

Oktober 8, 2012 by dianparamita

8 Oktober 2012 ini #TwitRadio Unisi 104.5 FM sudah siaran yang ke-19 kalinya dan saya tetap sebagai guest host menemani Mbak Bulan Annisa. Siaran yang ke-19 ini kita membahas mengenai gerakan “#SaveKPK #SaveIndonesia.” Bintang tamu kita di studio adalah mahasiswa Fakultas Hukum UGM, Rimang, dan seorang yang aktif di dunia online atau onlinersArga. Untuk lebih mengetahui gerakan #SaveKPK yang berlangsung di Jakarta, #TwitRadio menghubungi via telepon beberapa orang yang turut bergerak dalam gerakan itu. Antara lain aktivis HAM Usman Hamid, aktivis sosial dari Indonesia Corruption WatchIlliandeta, dan aktivis dari kalangan musisi yang sangat concern dengan isu ini, Glenn Fredly. Namun pada akhirnya Usman Hamid berhalangan untuk kita hubungi. Kami paham betul Usman Hamid sedang sibuk berat mengurusi gerakannya menyelamatkan KPK, dan kami sangat berterima kasih atas semua usahanya. Namun walaupun tidak bisa terhubung dengan Usman Hamid, narasumber yang hadir dan yang ditelpon sudah sangat banyak memberi informasi yang kita butuhkan. Berikut rekaman siaran kami, selamat mendengarkan.

Twitradio 8 okt 2012 “save KPK” by unisi selection
Thank you for listening! (:
PS: Saya on air #TwitRadio setiap Senin, pukul 21.00 hingga 23.00 WIB di Unisi 104.5 FM. Untuk streaming bisa di Jogja StreamersNux Radio, atau Tune In. Untuk Blackberry launcher bisa di http://bb.unisifm.com

#TwitRadio 12: Batal Ketemu TrioMacan2000

September 24, 2012 by dianparamita

24 Septerber 2012 ini #TwitRadio Unisi 104.5 FM sudah siaran yang ke-12 kalinya dan saya tetap sebagai guest host menemani Mbak Bulan Annisa. Siaran yang ke-12 ini saya tidak di studio karena saya tidak sedang di Jogja, alias di Jakarta. Karena sedang di Jakarta ini, saya ambil kesempatan bertemu dengan Fadjroel. Saya ingin mengajak beliau ngobrol di #TwitRadio Senin malam ini. Namun sayang sekali beliau berhalangan jika Senin malam. Sehingga saya beralih mengajak admin pseodium TrioMacan2000. Ternyata dia mau saya ajak bertemu untuk ngobrol langsung. Saya janjian di suatu tempat di Jakarta dengan beliau pukul 9 malam, dan dia setuju.

Sayang sekali hingga pukul 11 malam dia tidak nongol dan hapenya tidak aktif. Setelah esoknya, dia memberi kabar bahwa dia mengira janjiannya 9 pagi. Mungkin lain waktu kita bisa bertemu. Ini rekaman siaran saya yang sedang di Jakarta dan Mbak Bulan Annisa yang sendirian di studio.

TWITRADIO 24 sept 2012 trending topic jogja by Unisi#twitradio

Thank you for listening! (:
PS: Saya on air #TwitRadio setiap Senin, pukul 21.00 hingga 23.00 WIB di Unisi 104.5 FM. Untuk streaming bisa di Jogja StreamersNux Radio, atau Tune In. Untuk Blackberry launcher bisa di http://bb.unisifm.com

#TwitRadio 11: Berkarya dan Berpenghasilan lewat Internet

September 17, 2012 by dianparamita

17 Septerber 2012 ini #TwitRadio Unisi 104.5 FM sudah siaran yang ke-11 kalinya dan saya tetap sebagai guest host menemani Mbak Bulan Annisa. Siaran yang ke-11 kali ini kita membahas tentang anak muda yang mampu berkreasi, berkarya, lalu mendapat penghasilan lewat internet. Kebanyakan orang berfikir bahwa berpenghasilan di internet itu selalu tentang jualan baju, sepatu, dsb. Padahal berpenghasilan di internet bisa dari menggambar atau menulis. Nah narasumber #TwitRadio malam ini adalah mereka yang sudah banyak berpenghasilan melalui karya seninya, antara lain MbakDiskonBernad Batubara, Diela Maharani, dan Raditya Dika. Selamat mendengarkan.

twitradio radio galau fm dan raditya dika by Unisi#twitradio

Thank you for listening! (:
PS: Saya on air #TwitRadio setiap Senin, pukul 21.00 hingga 23.00 WIB di Unisi 104.5 FM. Untuk streaming bisa di Jogja StreamersNux Radio, atau Tune In. Untuk Blackberry launcher bisa di http://bb.unisifm.com

« Previous Entries