Diskusi Anti Jaringan Islam Liberal di Fisipol UGM 8 Juni 2012

Diskusi ini dilaksanakan pada tanggal 8 Juni 2012 lalu. Saat itu blog saya sedang direnovasi sehingga saya tak sempat posting. Tapi sudah saya tulis dan sekarang baru sempat saya postingkan.

Saya tau ada diskusi ini dari tweet seseorang di Twitter. Saya merasa saya harus bertemu anggota Anti Jaringan Islam Liberal (JIL) dan mendengarkan apa yang akan mereka sampaikan. Acara dijadwalkan pukul 13.00 WIB. Namun karena saya harus bimbingan skripsi dulu, sehingga saya datang terlambat. Kurang lebih setengah jam saya melewatkan diskusinya.

Lokasi diskusi di kampus Fisipol UGM. Terlihat 2 orang di depan kelas, satu moderator, satunya pembicara sedang berbicara dengan bantuan Power Point-nya. Saya langsung masuk kelas, duduk paling depan, dan mendengarkan sambil update live tweet. Saat membuka Twitter, ada sebuah tweet dari entah siapa yang CC ke saya isinya: “Dian Paramita udah dateng nih…”

Pembicara pertama saya nggak tau namanya, tapi saya tau Twitter-nya (karena setelah itu dia mentions saya melulu). Dari situ saya tau nama dia Aspin. Saat saya datang itu, dia sedang menunjukkan fatwa haram dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) terhadap pluralisme yang merujuk pada suatu ayat Al Quran. Setelah itu dia menyalahkan orang yang tidak sesuai Islam, yaitu JIL. Dia menunjukkan Surat Al Kahfa 20, yang inti isinya tentang barang siapa yang tidak sesuai Islam, maka akan masuk neraka. Dia menunjukkan foto-foto tweet orang JIL yang menurutnya menghina Islam. Dia juga sempat curhat kalo orang JIL suka mem-block mereka sampai menunjukkan foto-foto account orang JIL yang mem-block dia. Katanya, “orang JIL itu katanya membela perbedaan pendapat, tapi kalo kita debat trus kita di-block. Omongan orang JIL itu ga sesuai tindakan.” Dia mengeluhkan tentang orang JIL yang beranggapan Tuhan tak perlu dibela, tetapi manusialah yang perlu dibela. Dia tidak paham logika JIL itu.

Sesi kedua, hadir seorang ustad yang juga datang terlambat. Saya berusaha mencari inti omongannya, tapi tak berhasil. Beberapa kali si ustad hanya mengulang perkataan pembicara pertama. Sehingga tidak saya tulis ulang disini.

Saat sesi pertanyaan, ada 3 penanya termasuk saya. 1 penanya dengan suara yang sangat pelan bertanya tentang Islam, 1 penanya dari mahasiswa Katolik mengeluhkan tentang definisi pluralisme dari MUI dan Anti JIL yang mendiskreditkan agama lain. Dan saya bertanya cukup banyak, berikut pertanyaan saya:
  1. “Kita hidup di Indonesia yang bukan negara Islam. Ada agama selain Islam. Kalo mengharamkan pluralisme, trus gimana? Mau apa?”
    Dia jawab, “bahwa kita boleh menghargai agama lain tapi tetap Islam itu di atas agama lain karena Islam itu ekslusif.” Tadinya saya mau jawab lagi, “baru satu agama merasa paling eksklusif aja Indonesia jadi seperti ini, gimana kalo kelimanya merasa eksklusif sepertimu?” Tapi saya tidak diberi kesempatan, pembicara pertama menolak saya debat dengan memberi isyarat tangan “tunggu” tapi kemudian saya tetap tidak diberi waktu.
  2. “Kenapa kalian harus sibuk menyalahkan orang lain tidak sesuai Islam jika Allah saja sudah menjanjikan neraka seperti pada Surat Al Kahfa 20 yang Anda sampaikan tadi?” Ini tidak dijawab.
  3. “Toh kalo ada orang yang melakukan dosa, apa ruginya Anda?” Ini juga tidak dijawab. Tapi dia melantur sampai ke penolakan Irshad Manji & Lady Gaga.
    Katanya, “wajar kalo sebagai tuan rumah saya tidak suka tamunya, saya boleh menolak tamu datang.” Dia lupa, tuan rumah negara ini tidak hanya dia dan teman-temannya. Lagi-lagi saya tidak diberi kesempatan mendebat. Dia memberikan isyarat tangan “tunggu” lagi tapi saya tetap tidak diberi waktu.
  4. Mereka anggap omongan JIL tidak sesuai tindakan karena katanya JIL membela kebebasan berpendapat tetapi suka mem-block. Menanggapi itu, saya katakan di depan peserta, “bagaimana tidak orang JIL tidak mem-block mereka-mereka ini? Lha wong isi tweetnya saja memaki-maki. Saya ya, Mbak-Mas, sejak kasus di LKiS Mei lalu, tiap hari dalam sejam bisa tuh puluhan mentions saya isinya cuma ngatain saya, ‘goblok, bego, otaknya rusak, kalo ga pake kerudung jangan berani ngomongin Islam.’ Mungkin orang JIL sudah tidak tahan membaca caci-makian itu jadi di-block. Mereka layak di-block kalo isi tweet-nya seperti itu. Itu bukan kebebasan berpendapat namanya. Tapi kalo saya, mereka tidak saya block, saya mau liat sampai seberapa hebohnya mereka mencaci saya.”
    Pembicara pertama tersenyum malu, lalu mengaku, sudah sering menegur temannya yang suka memaki tidak sesuai substansi. Dia juga sempat bilang, “mungkin kita sering counter ya Mbak di Twitter” Hahaha. Saling counter gimana, saya saja tidak pernah bales twit dia yang, maaf, nggak jelas itu. Sampai sekarang dia hanya suka RT tweet temannya yang sedang mentions saya dengan “Hahahaha” saja. Itu sesuau substansi?
  5. Saya bacakan mereka surat Nabi Muhammad SAW untuk biarawan Kristen yang Muhammad membela Kristen. Saya dapat surat tersebut dari Kompas disini. Lagi-lagi tidak ditanggapi.
  6. Menanggapi dia yang tidak paham mengapa orang JIL membela yang lemah, bukan Tuhan, saya katakan, “karena Tuhan itu default-nya sudah benar, sangat suci, tak perlu dibela lagi. Maka yang perlu dibela yang lemah, yang butuh bantuan kita yang lebih kuat ini.”
    Lalu dia jawab yang dia cintai akan akan dia bela. Dia menganalogikan cinta kepada istrinya, kalo istrinya dicolek tentu dia bela. Saya tidak habis pikir, cinta terhadap Tuhan dia dianalogikan cinta terhadap istri?

Di akhir acara pembicara pertama bilang kalo Islam mengkafirkan agama lain, sama seperti Katolik mengkafirkan Islam. Langsung si mahasiswa Katolik membantah tegas, “itu tidak benar! Dalam agama saya, Katolik, tidak ada kita mengkafirkan Islam! Jadi mohon dikoreksi, itu tidak benar!” Dari situ saya menjadi curiga, jangan-jangan definisi “pluralisme” menurut mereka berbeda dengan definisi aslinya. Maka saya juga sempat menanyakan lagi apa definisi “pluralisme” menurut mereka, tapi si ustad menjawab enteng, “baca saja di buku.” Saya katakan padanya, “saya sudah bosen, tiap tanya kepada kalian disuruhnya baca di buku. Saya tu tanyanya kepada Anda, bukan pada buku. Kalo memang kalian punya jawabannya, jawab sendiri, jangan suruh saya cari sendiri di buku. Itu kalo memang kalian punya jawabannya.” Butuh beberapa saat sampai dia akhirnya menjawab bahwa definisi “pluralisme” menurut mereka berarti semua agama sama. Padahal menurutnya dan pembicara pertama, agama Islam tidak sama dengan agama lain karena Islam paling tinggi derajatnya.

MC pun menyetop paksa perdebatan kami karena waktu sudah habis. Tapi tiba-tiba dari kursi bagian belakang ada mahasiswa berteriak, “saya cuma mau tanya satu hal aja! Kalo Anda mengharamkan pluralisme hanya karena satu ayat itu saja, LALU DIMANA KEADILANNYA?!” Suasana sedikit tegang tapi kemudian ditutup. Pembicara pertama maupun si ustad tidak menjawab pertanyaan itu. Overall, dari 4 peserta yang ikut bersuara dalam sesi tanya-jawab, 3 menentang keras kedua pembicara. Di luar kelas saya bertemu dengan beberapa mahasiswa yang tadi di dalam diskusi, salah satunya ketua acara diskusi mingguan di Fisipol UGM tersebut. Mereka mengatakan inti diskusi dari Anti JIL sangat provokatif tetapi mereka setuju diskusi semacam ini harus terus dilakukan. Mahasiswa-mahasiswa itu berencana akan membuat lagi tetapi dengan 2 sumber yang lebih seimbang. Siang itu sangat cerah dan Fisipol UGM tak mampu dipengaruhi Anti JIL.

PS: Setelah saya pulang, muncul berbagai fitnah dari Anti JIL. Bisa dibaca di postingan saya disini.

24 Responses to “Diskusi Anti Jaringan Islam Liberal di Fisipol UGM 8 Juni 2012”

  1. Antyo mengatakan:

    Lha terus apa diskusinya? Kok kalo ngeliat posting ini tak semua pertanyaan terjawab dalam forum.
    Saya akui, diskusi itu bisa sulit. Jadi moderator juga sulit. Apalagi kalo orang-orang yang bicara tidak bisa menyampaikan pokok pikirannya secara ringkas dan bernas. :D

    Saya bukan orang JIL. Tapi kayaknya lebih mudah bikin forum komunike anti-JIL, gak ada tanya-jawab. :D

  2. Sandra mengatakan:

    Setelah membaca isi blog ini, saya kasih jempol buat pertanyaan-pertanyaan dari Mbak yang membuat mereka bungkam. Saya pribadi juga kurang setuju dengan argumen-argumen mereka. Dengan mengatakan “karena islam itu eksklusif” seperti lupa kalau negara kita ini kaya akan budaya, ras, dan juga agama. Thanks for sharing Mbak, cukup menambah pengetahuan :)

  3. tomy mengatakan:

    tuhan ngga butuh pembelaan kan? tuhan juga ngga perlu disembah tuh, terus kita juga ngga usah nyembah gitu?
    pluralisme itu definisi nya tiap agama benar kan yak? kalo tiap agama benar, ngapain kita cuma nganut 1?
    emangnya idup cuman buat untung-rugi? ngga pernah denger kata ‘iklas’?

  4. dianparamita mengatakan:

    To Paman Tyo: Hahahaha tepat sekali Paman! Makasih sudah turut membaca. :)

    To Sandra: Hihi makasih ya Mbak. :)

    To Tomy: Yang mengatakan Tuhan tak perlu disembah itu Anda sendiri ya. :)

  5. rachman mengatakan:

    saya pendukun Anti JIL,tetapi saya juga masih belajar.
    saya yakin semua pertanyaan yang mbak sampaikan pasti ada jawabanya. mungkin nara sumber yang didatangkan tidak kompeten. apabila mbak dian ingin membuat acara serupa mohon mengundang sodara Akmal Sjafril (@malakmalakmal)sebagai penulis dan insisiator gerakan Anti JIL atau ustadz Adian Husaini (@husainiadian) sebagai akademisi islam yang banyak menulis tentang Anti JIL. Inssya Allah beliau-beliau dengan senag hati akan hadir.

    soal Surat dari Nabi Muhammad SAW kepada Biarawan St. Catherine’s Monastery itu bisa saya pastikan palsu mbak, karena :
    1.Setiap menuliskan surat Rasul menuliskan awalan kalimat surat “Dengan Nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”
    2.Setiap surat yang dikirim terdapat stempel cicin rasul yang bertulis”MUHAMAD RASUL ALLAH”
    3.Setiap surat mengajak untuk masuk ke agama Islam,mengajak untuk Mentauhidkan Allah bukan malah mendukung atau meridhoi agama lain sebagaimana dalam Surat palsu “st.catherine.

    atau mbak dian bisa baca secara jelas di http://salafstreet.blogspot.com/2011/12/membongkar-surat-palsu-rasul-kepada.html

  6. ananta mengatakan:

    jawaban kang hafidz yang menjawab lewat twitter tapi tidak anda tanggapi. karna mengomentari tulisan di blog maka saya tuliskan komennya di sini

    1. “Kita hidup di Indonesia yang bukan negara Islam. Ada agama selain Islam. Kalo mengharamkan pluralisme, trus gimana? Mau apa?”

    islam tanpa pluralisme menjamin kebebasan beragama, sdh dibuktikan dalam sejarah panjangnya
    islam tdk membutuhkan pluralisme, MEMBENARKAN SEMUA AGAMA, untuk bisa hidup berdampingan dg pemeluk agama lain
    sy meyakini agama lain salah, tdk membenarkannya, tp yg salah kan TIDAK DI ZALIMI

    2. “Kenapa kalian harus sibuk menyalahkan orang lain tidak sesuai Islam ” Ini tidak dijawab.”

    memberi tau org bahwa salah itu salah, bukanlah sebuah kehinaan, ia adalah sikap kepahlawan mncerahkan yg lain keluar dr kebodohan

    3. “Toh kalo ada orang yang melakukan dosa, apa ruginya Anda?” Ini juga tidak dijawab”

    perbuatan maksiat atau dosa yg dilakukan individu, kemudian didiamkan , akan menular dan kemudian menjadi perbuatan kolektif masyarakat
    manusia tdk bs dipisahkan antara individu dan dampak sosialnya. keburukan individu yg didiamkan akan berdampak secara sosial
    free sex dari individu yg didiamkan akan menular menjadi tabiat masyarakat. begitupun perbuatan dosa lainnya

    4. “Mereka anggap omongan JIL tidak sesuai tindakan karena katanya JIL membela kebebasan berpendapat tetapi suka mem-block”
    “bagaimana tidak orang JIL tidak mem-block mereka-mereka ini? Lha wong isi tweetnya saja memaki-maki”

    bahkan JIL memblock hanya karena ditanya: mas @ulil agamanya apa? :D
    yang caci maki justru org2 JIL. “jilbab itu bego” “islam agama oplosan” ? ayolah jangan menutup akal

    5. “Saya bacakan mereka surat Nabi Muhammad SAW untuk biarawan Kristen yang Muhammad membela Kristen”

    jk surat thdp biarawan itu benar , apa masalahnya? pembelaan islam trhadap kemanusiaan , tdk bersekat agama dan geografis

    6. “Menanggapi dia yang tidak paham mengapa orang JIL membela yang lemah, bukan Tuhan, karena Tuhan itu default-nya sudah benar, sangat suci, tak perlu dibela lagi”

    tentang membela Allah , sdh sy jawab tuntas di blog sy. Allah kita bela karena cinta, Allah kita bela krn manfaat pembelaan itu untuk kita. silahkan buka http://hafidzary.wordpress.com/2012/05/18/butuh/
    ketika larangan Allah terkait zina dibiarkan, kita tdk turun membela Allah, maka yg rugi adalah kita sendiri

  7. rachman mengatakan:

    saya ingin mengomentari tentang pluralisme dari apa yang saya pahami.

    pluralisme secara harafiah di pahami sebagai “menganggap semua agama adalah benar”. prilaku pluralisme ini akar dalam membentuk paham sinkritisme yaitu “mengabungkan ajaran-ajaran agama menjadi satu” dan hal tersebut berbahaya. seperti seseorang beragama Nasrani anggaplah kepercayaanya sebagai yang paling benar, begitu pula dengan saya sebagai muslim menganggap bahwa Islam lah yang paling benar. tetapi tetap selalu menjujung tinggi TOLERANSI BERAGAMA. dalam hal ini banyak orang mengagap bahwa makna PLURALISME dan TOLERANSI BERAGAMA adalah sama dan hal ini perlu kita koreksi bersama-sama. jadi sebaiknya kita menggunakan kata-kata sesuai apa yang ingin kita sampaikan. demikian apa yang saya tahu,mudah-mudahan membantu. terima kasih.

  8. Iwed mengatakan:

    Salam ‘alaikum Saudari Dian,

    Jawaban dari Ananta itu gimana menurut Anda? Ada counter statement nya? :D

    1. Kita hidup di Indonesia yang bukan negara Islam. Ada agama selain Islam. Kalo mengharamkan pluralisme, trus gimana? Mau apa?”

    –> Tolong bedakan antara Pluralisme & kebebasan beragama ya. Pluralisme menganggap SEMUA agama benar. Analoginya Anda ingin lulus kuliah dengan nilai yg baik. Ada beberapa cara yg bisa ditempuh; belajar semaksimal mungkin atau mencontek teman atau entah bagaimana mengambil kunci jawaban dari sumber yang bisa dipercaya. Tentu tidak semua cara itu benar kan? Jika Anda yang lulus dgn belajar sepenuh hati & tahu teman Anda lulus dgn mencontek lalu dosen Anda bilang “Cara kalian semua benar. Kalian sama baiknya dimata saya” apakah Anda mau menerima itu dgn lapang dada? :) Silakan jawab dalam hati saja kallau Anda tidak mau jujur di socmed ini.

    2. “Kenapa kalian harus sibuk menyalahkan orang lain tidak sesuai Islam jika Allah saja sudah menjanjikan neraka seperti pada Surat Al Kahfa 20 yang Anda sampaikan tadi?” Ini tidak dijawab.

    –> Mba maaf, enlighten me. Surat Al-Kahfa? I believe you meant Surat Al-Kahfi ya? :) Kalo saya pribadi, saya ngga perduli kalau orang2 semacam Ulil dkk mau jungkir balikkan hidup mereka dgn meyakini konsep2 Liberal dalam keislaman mereka selama mereka TIDAK menyebarkan paham2 sepilis mereka itu kpd orang lain for the sake of intelligence & tolerance, baik itu secara halus / secara paksa. Sejauh pengetahuan saya, Islam itu jawaban semua masalah hidup kita. Lalu apa yang Ulil dkk tawarkan dari Islam Liberal – yang mereka anggap sebagai solusi – kalau Islam sendiri tidak bermasalah? Analoginya Anda yang tidak bermasalah pada kesehatan Anda tapi dipaksa menjalankan rangkaian pengobatan ini itu. Solusi & gunanya dimana? Wong Islam itu sendiri ngga ada masalah. Seperti kurang kerjaan. Lagipula nama Islam Liberal sendiri udah maksa. Semacam mereka – yang kata orang2 intelek – ngga tau sejarah kata “Liberalisme” itu sendiri. Ini lucu. Saya tanyakan langsung ke Ulil “tau sejarah Liberlisme muncul kan Oom? CMIIW, konsep Liberalisme itu justru dasarnya tidak mau terikat dgn agama. Kok Oom malah menyandingkan agama dgn Liberalisme?”. Hasilnya? saya di blocked. Padahal saya ngga pake kata2 kasar tuh :) Jadi saya rasa tuduhan Anda tidak sepenuhnya benar ttg para Anti-JIL yang hanya bisa memaki loh. Percayalah, ada diantara kami yang “Know what we do & know what we say”.

    3. “Toh kalo ada orang yang melakukan dosa, apa ruginya Anda?” Ini juga tidak dijawab. Tapi dia melantur sampai ke penolakan Irshad Manji & Lady Gaga.

    –> Saya rasa Anda setuju yah, dosa orang itu urusan Allah SWT. Dia Maha Pengampun, namun juga Maha Tahu. Orang2 yang merasa pandai dalam tipu muslihat, Allah masih sepandai-pandainya dalam menipu mata dan telinga manusia. Dosa orang ngga ada ruginya di saya, selama itu tadi – TIDAK menyebarkannya & membalikkan kondisi seakan2 serentetan dosa yang dilakukan itu lumrah & acceptable, dan lama kelamaan mengakar di masyarakat. Bukan tidak mungkin anak-cucu kita akan lebih terbiasa dalam melakukan dosa saat generasi sebelum mereka mendiamkan bahkan membelanya. Sudah tidak ada lagi yang takut akan konsep “dosa” seakan2 mereka sudah tidak berTuhan. Dan semua kondisi terbalik; yang dosa dianggap pahlawan, yang mau menjauhi dosa & mengingatkan sesama saudara muslim dianggap sok tau, wahabi, fundamentalis dsb. Pertukaran nilai semacam ini aja udah lucu buat saya. Saya ingat pendukung2 Liberalisme pernah bilang, “Kalau iman sudah kuat, sejuta Lady Gaga datang tidak akan menggoyahkan iman kita / membuat kita menyembah setan”. Innalillahi… Mereka lupa bahwa Allah Maha Mendengar & Maha Membolak-balikkan hati manusia. Batu yang keras aja kalau ditetesi air terus-menerus akan bolong juga. Badan sesehat apapun kalau dihajar pancaroba, hujan-panas-hujan-panas akan tumbang juga. Alangkah sombongnya ya statement itu. Saya pribadi yang ngeri sendiri bacanya & mendo’akan mereka semoga Allah tidak mengabulkan perkataan mereka. Segitu jauhnya mereka meninggikan diri mereka & merendahkan posisi Allah :)

    4. Mereka anggap omongan JIL tidak sesuai tindakan karena katanya JIL membela kebebasan berpendapat tetapi suka mem-block.

    –> Saya sendiri saksinya. Yang lucu, saya bahkan tidak pernah mention ke Saidiman tapi saya sudah di blocked loh. Itu aja saya sadar setelah saya coba buka TL dia tapi ngga bisa. Jangankan caci maki, say “salam ‘alaikum” aja blom sempet tapi dia udah nge-blocked saya. Itulah pertanyaan saya “A libertarian, but refuses to accept any counter opinion that’s opposed to his?”. Lagi2 disini saya makin merasa aneh dgn konsep “Liberalisme” mereka. In advanced, bukti2 twit nyeleneh mereka yg menyebut jilbab itu bego, yang anti-JIL itu pasti pro-FPI, meragukan finalitas Rasul & malah membela Ahmadiyah yang jelas2 mengusung Nabi palsu apakah tidak ada unsur penghinaan? Saya ngga ngerti dimana pintarnya mereka ini. Amazingly, mereka tetap dianggap “heroes” bagi adik2 kecil kita yang masih labil secara emosional. Lucu, tapi berbahaya. I don’t want my children & grand children to live in a society where every virtue & every value has been upside down & inside out.

    5. Saya bacakan mereka surat Nabi Muhammad SAW untuk biarawan Kristen yang Muhammad membela Kristen. Saya dapat surat tersebut dari Kompas disini. Lagi-lagi tidak ditanggapi.

    –> Jawaban Rachman inshallah sudah tepat IMO. Saya idem sama pendapat beliau :)

    6. Menanggapi dia yang tidak paham mengapa orang JIL membela yang lemah, bukan Tuhan, saya katakan, “karena Tuhan itu default-nya sudah benar, sangat suci, tak perlu dibela lagi. Maka yang perlu dibela yang lemah, yang butuh bantuan kita yang lebih kuat ini.”

    –> Saya ketawa loh baca statement ini. Emang siapa yang bela Allah untuk Allah? Gila, lagi2 pemahaman ini bener2 ngerendahin Tuhan gue yah? Allah ngge perlu kita, sist. Kita yang perlu Allah. Kita membela agama & membela Allah UNTUK KITA. Analogi terhadap cinta kepada Istri itu sudah benar IMO. Lha wong istri / Ibu / Bapak kita dihina aja kita marah, apalagi ini Allah – Dzat yang selayaknya kita cintai diatas segalanya – yang dihina, kita malah anggap si penghina itu hebat? Really, saya yang ngga habis pikir sama konsep cinta yang kaya gitu. Saya gagal paham. Pembela2 JIL itu kepinteran kali yaa… Otak saya mungkin ngga nyampe situ yah. Kelurga dibela, tapi Allah tidak perlu? *istighfar*

    Kalau Anda merasa diskusi kemarin itu tidak membawa manfaat apa2 ke diri Anda, saya sarankan mungkin dari Anda & teman2 yang memang mencari pencerahan instead of mencari kesalahan dari counter movement #IndonesiaTanpaJIL ini, kenapa tidak membuat diskusi serupa dgn menghadirkan 2 narasumber yang beroposisi? Untuk gerakan ITJ, Inshallah @malakmalakmal, @hafidz_ary & Ust. Adian Husaini bisa jadi narasumber yang paling tepat untuk pembahasan JIL & anti-JIL. Silakan diundang salah satu tokoh JIL. Dari situ Anda perhatikan, mana yang akan memenuhi undangan dan mana yang tidak #IngatHardRockFM :)

    Saya sudah berulang kali menasehati teman2 ITJ yang masih suka mention Anda dgn kata2 yang kurang pantas & OOT. Tapi saya sendiri tidak melihat Anda menanggapi jawaban2 non-kasar yang dilontarkan @hafidz_ary tadi malam seputar blog Anda ini, sedangkan saya perhatikan Anda lebih sibuk jawab2in orang2 yang menyerang Anda drpd orang2 yang memberikah jawaban pencerahan kepada Anda. Semoga Allah tidak menutup hati Anda, terlebih menutup dan MENGUNCInya. Naudzubillah Min Dzalik.

    Selamat berpuasa. Nikmati esensi Ramadhan-Nya, reguk hidayah-Nya sebanyak yang kita bisa. Sungguh, nikmat Allah ngga pernah putus untuk kita. Bagi saya, membela Dia sampe mati tidak akan merugikan saya, malah vice versa. Karena Ridho & penerimaan dari Dia lah yang saya cari, bukan ridho & penerimaan manusia, makhluk fana & hina.

    Wassalam,
    Iwed

  9. siardhi mengatakan:

    Saya setuju sama mbak ananta dan mas Iwed. hehehe. mugkin mbak Dian kebetulan dapet temen diskusi yang salah. tetep berusaha mbak mencari pencerahan dan kebenaran.

    Ato mungkin mbak bisa maen maen kesini:
    http://hafidzary.wordpress.com/

    Semoga mbak cepet dapet hidayah :)

  10. wahyu mengatakan:

    Jangankan orang JIL, Gus Dur aja yang udah belajar agama ke mana2, untuk mencari sejatinya ajaran islam selalu dimaki dan disesatkan. Kira2 orang yg suka menyesatkan dan mengkafirkan itu ngerti kagak sih? Ingat kawan, Tuhan menciptakan syariat itu ada sebabnya, tidak sembarangan. Jadi kalau menfsirkan ayat tuhan, cari sebabnya dulu kenapa muncul ayat Tuhan. Jangan asal pake utk menghantam prilaku orang lain. Endonesa beda sama Arab. Mekkah beda sama madinah.Muhammad Islam tapi tidak sombong kepada non Islam. Jadi kalo kalian memang pintar udah pasti tahu maksud tulisanku ini.

  11. asad mengatakan:

    Mohon tanggapannya atas komentar2 di atas mba :) dan Semoga mba Dian diberikan kemudahan memahami agama Islam secara lebih mendalam lagi :)

  12. @SALADlN mengatakan:

    salaam alaykuum

    sayah rasa dan sayah pikir, komentar Mba Iwed sudah bisa menjawab kegalawan Mba Dian. Dan sudah membenarkan typonyah :’)
    Semoga hatimu bisa ‘terbuka’ ya Mbak :’)

  13. tomy mengatakan:

    yoih, karena kalo tuhan minta disembah, pamrih dong doi, nanti kayak mbak :p tuhan yang begituan ngga pantes disembah. poin nya, kita menyembah tuhan bukan karena dia minta disembah. begitu juga ketika kita membela tuhan. semua nya demi kebaikan kita.

  14. DV mengatakan:

    Intinya sih menurutku, ngapain agama diributin? :)
    Tinggal dipake lah agama itu, gak cocok buang :)

    Dari paparanmu dan komentar-komentar yang ada di sini, orang ‘waras’ pasti tahu mana yang cocok diterapkan di bumi manusia!

  15. LeeyaSR mengatakan:

    Here we go
    1.If u’re a muslim, u must be confident and convinced that islam is the one and only religion which is true and accepted by ?????? (QS.3:19-20&85). If u’re not convinced abt this one,then no wonder u ask tht question.ur question is irrelevant.because INA isn’t islamic country,then we have to approve pluralism??how come??.do u even know the definition of pluralism?pluralism means we authorize other religion beside islam.when we state pluralism is haram don’t mean we have to slaughter or disrespect other adherent.muslim just not authorize religion other than islam is true!!!proof INA is tolerant:number of church in indonesia is the largest in the world. I know u will give an example ahmadiyah,right??well ahmadiya is astray same like JIL,and we have to straighten it. Why Prophet isa (as) must come to dunya near end of the world??,it because he will straighten the issue that we debate for all this time (islam-christianity-judaism) .
    Truth is obvious like crystal clear and timeless.

    2. Do u know that our obligation in dunya is calling people to the truth??(QS.23:73)why Rasulullah  ??? ???? ???? ???? is sent by ?????? to this dunya??because he brought a message from god to deliver to mankind in order to worship ?????? alone,the one and only,the creator of heaven and earth. And we have to keep doing that until die.just like the former people already did.we keep reveal the truth until the end of world. Even finally we can’t force it,because only ?????? who decide.so it is matter!!

    3.A sin is bad things. Something bad must influence other and become contagious immediately. When it already spread out and become habit,u will get used to with that bad things like fornication,corruption,drugs,immoral etc. When it becomes our lifestyle, do u really don’t feel guilty bc u never try to remind each other abt those sin?all bad things can cause destruction after all.

    4. So u prefer defend JIL who mock and insult ur own deen??I’m sorry,u’re a muslim right?. Do u really observe and pay attention how JIL demonise islam tht bad?? If u don’t get hurt how JIL say abt islam?,better u ask ur heart.do really confident abt islam? Do u know that we must put very high respect to ??????,prophet and quran?.

    5. So wht if its true??,islam never ask to insult other religion tho,infact in quran is mentioned that muslim forbid to insult whom disbeliever worship beside ?????? ,coz they will do the same thing(QS.6:108). I ask u back, wht’s ur point on asking this question??. Seems tht u judge all ANTIJIL insult other religion???do u realize that JIL is the one who arrogance,because #they reject the truth.

    6. I recite some sura and verse from Quran to answer ur question
    ” O ‘you who believe,if you help ?????? , HE will help you and will make your foothold firm ” QS:47:7 .
    Quran is word of god. God HIMself order us to help religion of ?????? , although HE is the most powerful and the greatest. So wht do u say abt this ayat?? . Our task in dunya is to please our master not please our own desire. Please our master by obey HIM, defend HIM. If HE wants,HE can replace a generation entirely with another better generation. Well,unless u don’t believe in Quran, then case closed!!!

  16. iwed mengatakan:

    Bumi manusia? Maksudnya apa tuh? Bumi milik manusia ya?

    Oh my, oh my…. from your statement then I do agree that any insane human will surely knows which one is more logical *giggles* :p

  17. dwi mengatakan:

    waini! saya nunggu lho tanggepan dari mbak dian :)

  18. Balancer mengatakan:

    Saya dapat blog org yg brnama Aspin itu, ini tanggapan dia atas postingan ini. http://pejuangsetengahati.blogspot.com/2012/08/jawaban-atas-tulisan-dian-paramita.html

  19. adam mengatakan:

    Assalamualaikum,

    Mbak Dian, setelah membaca blog anda di atas kalau saya simpulkan anda bagian dari JIL atau setidaknya berfaham liberal, benar? knp sy berkesimpulan demikian? krn anda jelas sekali secara telak dan meyakinkan telah ter-doktrin faham2 liberal (mungkin itu yg anda dapatkan dr klub2 eksklusif khusus liberal dimana anda dan org2 lugu lainnya dicecoki dgn indahnya pluralisme lah, humanisme lah, sekulerisme lah dan tentu liberalisme)…..pikiran anda mungkin merasa nyaman di-copy paste senior2 liberal anda spt ulil, nong mahmada, guntur romli, asyyaukanie, dll.

    Allah jelas tdk perlu dibela, Dia-lah yg tiada henti membela makhluknya…tapi kalau ada kesesatan yg menyimpang dari ajaran-Nya, justru kaum muslim yg benar berkewajiban menyatakan itu salah dan memberikan pernyataan mana yang seharusnya dipahami agar org2 yg keliru tadi sadar dia salah.

    Kecuali anda terlalu naif, JIL itu di-brainwashed oleh orientalis yahudi dan kristen barat dengan tujuan menyimpangkan ajaran Islam dan mensosialisasikan ajaran salahnya tersebut kpd muslim2 yg masih muda, (maaf) saya pikir anda salah satu kaum muda yg memang sudah berhasil di-reset pikiran dan hatinya agar mau ikut menyebarkan ideologi ala JIL.

    Wassalam

  20. rendi mengatakan:

    mana nih tanggapan nya mba dian?? kok diem aja.. hehehe

  21. adhit mengatakan:

    Benar-benar menarik, jadi pengen pinter berdiskusi…xixixixi…

  22. dol mengatakan:

    Saya menangkaf bawha mak dian adalah simpatisan ato pengikut jil

  23. anto pri mengatakan:

    sebelum membuat opini di blog ttg suatu masalah… maka baca dulu puluhan ratusan buku2, literatur2 yg berkaitan dg topik..(cuma saran saya klo tdk punya byk dan cadangan amunisi gak usah saja) …shg akan mendapat pencerahan bkn malah peremangan…ingat dunia maya sebenarnya dunia nyata, krn yg membuat tampilan2 tsb manusia yg nyata bkn siluman..meski ada yg gentle dg berani tampil apa adanya tp ada jg yg pengecut dg nama dan alamat siluman.. dan diantara mereka byk manusia yg kapabel dan punya kapasitas wawasan yg jauh lbh baik dr kita…jgn sampai mau melempar topik agar dianggap kapabel tak tahunya malah hanya jd something trouble….pluralitas adalah keniscayaan sdg pluralisme (agama) tdk ada satu agamapun yg mau mengakuinya…klo pluralisme paham.. bknkah pluralis berarti menghargai dan mengakui adanya perbedaan.. klo iya.. maka ya biarkan saja manusia dg berbagai paham dan pemikiran dan bahkan tindakan.. PLURALIST tdk usah merisaukan apalagi mencampuri atau bahkan memasarkan pahamnya..itu bukan pluralist..tp berpihak..itu paham pluralist semu atau palsu..

  24. iro mengatakan:

    ada finalnya semua
    tidak usa pusing pusing mikirin agama lain
    mikirin aja diri masing masing……………..

Leave a Reply